Translate

Senin, 24 Juli 2023

UNSUR SENI RUPA DAN PRINSIP SENI RUPA

 

A. Unsur Seni Rupa

1. Titik / Garis

  • Ada yang memandang bahwa titik adalah unsur rupa sebelum adanya garis dan merupakan unsur yang paling sederhana. Sedangkan jika sebuah titik di perbesar bentuknya bias berubah menjadi raut, mungkin sebuah lingkaran/bulatan. 
  • Secara teoritis titik adalah awal dari sebuah garis, jika kedua titik dihubungkan atau sebuah titik bergerak maka jejak yang dilaluinya membentuk garis. Dengan demikian, garis dihasilkan oleh rangkaian titik yang menyambung menjadi satu garis.
  •  Sebagai unsur visual garis memiliki pengertian (1) tanda atau markah yang memanjang dan membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah (2) batas suatui permukaan, bentuk atau warna (3) sifat atau kualitas yang melekat pada obyek yang memanjang. 
  • Karakter utama sebuah garis adalah dimensi panjangnya, meski dalam garis pendek yang memiliki ketebalan sekalipun namun pada umumnya ketebalan tersebut tidak diperhitungkan dibanding dimensi panjangnya. 
  • Potensi dari garis adalah dapat menyarankan massa bentuk, menyatakan irama dan gerakan-gerakan, serta membentuk kontur yakni garis tepi yang mengelilingai bentuk (Read, H., 1959 dalam Sunaryo). 
  • Dari jenisnya garis dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok,antara lain:

 a. Jenis Garis dari bentuknya

1) Lurus

2) Lengkung

3) Zig-zag

b. Jenis Garis dari Arahnya

1) Datar

2) Tegak

3) Miring

    2. Raut/Bidang

  • Raut/.Bidang dapat disebut pula dengan Bangun, Bidang, Bentuk, Rupa, Wajah, Perawakan (Shape). 
  • Dalam KBBI, bangun berarti bentuk, rupa, wajah,perawakan. Sedangkan bidang berarti permukaan rata dan tentu batasnya, bidang hanya mengandung pengertian luas dan pipih/rata,  namun kata raut/bangun dapat pula menunjuk pada sesuatu yang menggumpal dan padat. 
  • Unsur rupa raut adalah pengenal bentuk yang utama. Sebuah bentuk dapat dikenali dari rautnya, berbentuk bangun pipih datar, menggumpal padat, berongga, lonjong, bulat, persegi dsb. 
  • Raut/Bidang adalah Garis yang kembali pada titik awal. 
  • Raut dapat dikelilingi kontur (garis tepi), baik yang berbentuk pipih/datar (bidang), maupun yang padat bervolume/gumpal/gempal (Mass). 
  • Dari bentuknya Raut dibagi 4 jenis 
    • Raut Geometris : Dibatasi garis lurus/lengkung mekanis seperti bidang dalam ilmu ukur, contoh: persegi, lingkaran, segitiga dan sebagainya. 
    • Raut Organis : Dengan Kontur (Garis tepi) Garis Lengkung Bebas. 
    • Raut Bersudut banyak : Tebentuk dengan garis Zig-zag yang dijadikan Kontur (Garis tepi). 
    • Raut Tak Beraturan : Paduan Garis Lengkung dan lurus tak beraturan, dari tarikan tangan bebas/terjadi secara Kebetulan.

3. Warna

  • Warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan benda. Peran cahaya sangatlah vital, tanpa adanya cahaya nilai adanya warna tidak dapat ditentukan. 
  • Warna berkaitan langsung dengan perasaan dan emosi, karena itu warna menjadi unsur penting dalam ungkapan seni rupa dan desain. Melalui warna kita dapat mengenali bentuk, sebaliknya melalui bentuk kita dapat mengenali warna.
  • Penelitian mengenai warna sudah dimulai sejak abad 17 oleh Newton, melahirkan 7 Spectrum Warna pelangi. Sedangkan Herman Von Helmhotz & James Calk Maxwell (1790), melahirkan Teori Warna Cahaya (dengan warna pokok merah, hijau dan biru). 
  • Beberapa tokoh yang mempelajari warna yaitu Le Blond (1731), Johann Wolfgang von Goethe (1810), M.E. Chevrul (1839) dan Charles Blanc (1873) menyepakati bahwa warna dibagi menjadi 3jenis, yaitu :

1. Warna Primer (pokok), yaitu warna merah, kuning dan biru.

2. Warna Sekunder (warna campuran dari 2 warna primer), yaitu:

a. Orange/Jingga: campuran dari warna merah dan kuning

b. Ungu: campuran dari warna merah dan biru

c. Hijau: campuran dari warna biru dan kuning

3. Warna Sekunder (campuran antara warna primer dengan sekunder), yaitu: merah keunguan, biru keunguan, jingga kemerahan, jingga kekuningan, hijau kekuningan, hijau kebiruan (toska).



  • Dalam teori warna cahaya warna hitam dan putih tidak digolongkan dalam warna (akromatik), karena hitam menunjukan tidak adanya cahaya (gelap) dan putih adalah terang. Sedangkan menurut warna pigmen, warna hitam, putih dan abu-abu adalah warna netral.
  • Goethe membagi warna dalam sistem segitiga warna sedangkan Chevrul menggunakan lingkaran/roda warna yang pada prinsipnya sama. 
  • Warna-warna yang mengandung warna merah, jingga dan kuning disebut warna panas (warm colour) dan yang mengandung warna hijau, biru dan ungu disebut warna dingin (cool colour).
  • Albert H. Munsel (1898) mengemukakan bahwa terdapat 5 warna yang memiliki kedudukan sama sebagai warna utama, yakni merah, kuning, hijau, biru dan ungu serta 5 warna lain sebagai warna percampuran dari warna utama yang disebut intermediate colours yang tersusun dalam lingkaran warna. 
  • Menurut Munsel terdapat dimensi dalam warna, yakni hue, value, dan chroma/intensity. Hue adalah jenis dan nama warna. Value adalah nilai gelap-terangnya warna akibat hubungannya dengan warna hitam dan putih. Warna yang terang dan pucat karena tercampur putih disebut tint, sedangkan warna yang redup dan gelap karena tercampur hitam disebut shade. Chroma/intensity adalah cerah-kusamnya warna karena daya pancar suatu warna. Warna dengan intesitas penuh tampak sangat mencolok seperti pada warna flurocent. 
  • Fungsi warna, ada 3 yaitu:

1.      Fungsi Praktis, mengarahkan, memberi instruksi, peringatan. Contoh : lampu lalu lintas, rambu-rambu.

2.      Fungsi Simbolik, warna sebagai lambang. Contoh : Bendera, wayang, 

3.      Fungsi Artistik, Sebagai bahasa rupa dalam seni rupa. Contoh : Warna dalam Lukisan.

  • Persoalan mengenai komposisi penyusunan warna sehingga menjadi komposisi yang harmonis, menjadi perhatian tersendiri bagi para peneliti warna. Olehkarena itu, terdapat 3 susunan warna harmonis yang dapat digunakan dalam berkarya antara lain:

1.      Perpaduan warna Kontras/Komplementer, yaitu perpaduan warna yang saling berhadapan/berlawanan dalam sistim roda warna, yaitu: warna Merah >< Hijau, Orang/Jingga >< Biru dan Ungu >< Kuning (komlementer langsung). Berkesan mencolok, giat, terdapat ketegangan/perlawanan, terdapat tarik-menarik warna-warnanya, kontras ketika dipadukan, biasanya digunakan untuk keperluan khusus yang memanfaatkan kekontrasan warna.Contoh: Pelampung/jaket untuk SAR berwarna orange/jingga karena digunakan diatas air/laut yang warnanya biru (komplementer orange/jingga >< biru). Susunan warna kontras terbagi atas 5 variasi warna,antara lain:

o    Susunan warna Triad: menggunakan 3 warna komplementer, contoh: merah, biru, kuning atau orange, hijau, ungu 

o    Komplementer Bersahaja: perpaduan 2 warna yang saling berhadapan/berlawanan dalam sistim roda warna, yaitu: warna Merah >< Hijau, Orang/Jingga >< Biru dan Ungu >< Kuning (atau disebut juga komlementer lan

o     Komplementer Ganda: menggunakan 2 pasang susunan warna komplementer bersahaja, contoh: Merah >< Hijau, Orange/Jingga >< Biru 

o    Komplementer Terbelah: susunan warna komplementer dengan 1 warna primer dipadukan dengan 2 warna tersier yang berdekatan dengan komplementer bersahajanya. Contoh: Kuning >< warna merah-keunguan dan warna Biru-keunguan.

2.      Perdaduan warna Analogus, yaitu perpaduan 3 warna yang saling berdekatan/berdampingan dalam sistim lingkaran/roda warna, yaitu: perpaduan warna Merah-Ungu-Biru, Merah-Orange-Kuning, dan Kuning-Hijau-Biru. Menampilkan kesanriang, manis, bersemangat dan terdapat peralihan/transisi rona warna. 

3.      Perpaduan warna Monokromatik, adalah perpaduan warna yang hanya menggunakan warna tunggal / 1 nada warna dengan nada/intensitas warna yang berbeda dari warna tua (gelap) ke warna muda (terang) atau muda (terang) ke tua (gelap).

4.       Merupakan perpaduan warna yang paling mudah diaplikasikan, namun juga bersifat monoton/membosankan apabila dilihat, karena hanya menggunakan 1 jenis warna. Kombinasi warna monokromatik memperlihatkan kesan yang tenang, resmi, kurang bersemangat namun terdapat kesatuan yang serasi.Contoh: perpaduan warna Biru gradasi dari warna biru tua (gelap) ke biru muda (terang).

4. Tekstur/Barik

  • Tekstur adalah nilai sifat suatu Permukaan (halus, polos, licin, kasar, berkerut, lunak).
  • Setiap material atau bahan memiliki teksturnya masing-masing yang bersifat khusus berbeda-beda antara satu dengan yang lain
  • Nilai sebuah tekstur dirasakan melalui indera pengelihatan dan rabaan, atas dasar tersebut tekstur dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

1.      Tekstur visual: yaitu tekstur yang dirasakan melalui indra pengelihatan, walaupun dapat pula membangkitkan pengalaman raba. 

o    Tekstur hias: tekstur yang menghiasi permukaan bidang dan merupakan isian tambahan yang dapat dibuang tanpa menghilangkan identitas bidanganya

o     Tekstur spontan: tekstur yang dihasilkan dari proses penciptaan karya. 

o    Tekstur mekanis: tekstur yang dihasilkan butir-butir raster pada karya cetak maupun dalam lukisan komputer. 

2.      Tekstur taktil: tekstur yang tidak saja dapat dirasakan melalui indra pengelihatan, akan tetapi juga dapat juga dirasakan dengan rabaan tangan. 

o    Tekstur Nyata/tekstur aktual, Apabila Bila di Lihat dan di raba sama nilainya.

o     Tekstur Semu/tekstur ilusi, Apabila Bila di Lihat dan di raba Tidak sama nilainya 

5. Gelap-Terang/Nada/unsur rupa cahaya

  • Unsur rupa gelap-terang dipengaruhi Unsur Cahaya, karena setiap bentuk/warna akan terlihat bila ada cahaya
  •  Unsur rupa gelap-terang erat hubungannya dangan pencahayaan dan bayangan dinyatakan dengan gradasi, mulai dari putih untuk menyatakan sangat terang sampai hitam untuk menyatakan sangat gelap. 
  • Unsur gelap-terang dalam warna dinyatakan dengan dimensi value oleh Munsel yang telah dibahas sebelumya, yang membagi warna melalui unsur gelap-terangnya. 
  • Contoh penggunann unsur gelap yang paling Kontras adalah pada karya desain/Potret Hitam-putih, sedangkan teknik gelap terang yang halus dan bregradasi lembut dalam seni lukis zaman reanisance disebut dengan ciarouskuro
  • Fungsi Unsur Gelap Terang, antara lai
    • Memperkuat kesan Trimatra (3D) suatu bentuk.
    • Mengilusikan Kedalaman Ruang 
    • Menciptakan Kontras/Suasana Tertentu

6. Ruang (Space)

  • Unsur rupa ruang mudah di rasakan daripada di lihat. 
  • Dalam desain dwimatra/2 dimensi ruang bersifat maya, disebut dengan ruang maya. Ruang maya bersifat pipih, datar dan rata atau berkesan trimatra/3 dimensi, terdapat kesan Jauh-Dekat (disebut juga dengan kedalaman/depth) 
  • Kedalaman bersifat Ilusif (ilusi) bukan Ruang Nyata, sebagaimana ruang yang kita lihat dicermin (ruang semu)
  • Kesan kedalaman dalamgambar dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain
    • Melalui penggambaran gempal 
    • Penggunaan perspektif 
    • Peralihan warna, gelap-terang dan tekstur 
    • Pergantian ukuran 
    • Penggambaran bidang bertindih 
    • Pergantian tampak bidang
    •  Pelengkungan atau pembelokan bidanPenambahan bayang-bayang
  • Yang menarik dan dapat di eksplorasi dalam berkarya seni rupa adalah keberadaan ruang taksa dan ruang mustahil. Ruang taksa merupakan ruang semu,ilusif yang dapat menggambarkan ruang bermakna ganda sedangkan ruang yang mustahil adalah ruang yang tidak mungkin terdapat dalam kenyataan, meskipun benar-benar dirasakan adanya kesan ruang, kemustahilan situasi ruang menyajikan konflik pada pengalaman pengelihatan dan membangkitkan tegangan pengelihatan. 

B. Prinsip-prinsip Seni Rupa 

1. Prinsip Kesatuan (Unity)

  • Prinsip kesatuan merupakan perorganisasian unsur-unsur rupa yang paling mendasar dalam berkarya. 
  • Prinsip kesatuan sebagai prinsip induk, diperoleh dengan terpenuhinya 5 prinsip yang lain. Yaitu terpenuhinya prinsip keserasian, prinsip irama, prinsip dominasi, prinsip keseimbangan dan prinsip kesebandingaTidak adanya  prinsip kesatuan mengakibatkan kekacauan, keruwetan,  mengganggu kenyamanan dan  keindahan. 
  • Dalam  kesatuan terdapat pertalian yang erat antar unsur-unsurnya sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, kehadiran suatu bagian ditentukan oleh bagian yang lain, bagian-bangiannya saling mendukung membentuk suatu kebulatan utuh (totalitas). 
  • Dalam kaitanya dengan prisip kesatuan yang berkaitan dengan pengamatan dan presepsi, dalam ilmu psikologi terdapat hukum gestalt yang menunjuk pada factor-faktor yang sangat mempengaruhi kebulatran utuh (totalitas), yakni adanya hubungan-hubungan dalam kesatuan dari hasilpengamatan visual
  •  Hukum/asas gestalt antara lain meliputi: (1) hukum kedekatan,(2) hukum kesamaan, (3) hukum bentuk closure, (4) hukum kesinambungan, dan (5) hukum gerak bersama. 

2. Prinsip Keserasian (Harmony)

  • Prinsip keserasian/harmony merupakan prinsip yang mempertimbangkan keselarasan dan keserasian antar bagian sehingga cocok satu sama lain sehingga terdapat keterpaduan yang tidak saling bertentangan.
  •  Susunan yang harmonis menunjukan adanya keserasian dalam penorganisasian unsur-unsur rupanya. 
  • Keserasian ada 2 jenis yaitu, 
    • keserasian bentuk: kesesuaian raut, ukuran, warna, tekstur dan aspek bentuk lainya. Untuk mencapai keserasian bentuk dapat diperoleh dengan cara memadukan unsur-unsur secara berulang, memadukan unsur-unsur yang memiliki kemiripan, atau memadukan unsur-unsur yang berbeda tetapi terdapat suatu unsur yang mengikat agar perbedaan tidak tampak bertentangan. 
    • keserasian fungsi: menunjukan adanya ksesuaian atar obyek-obyek yang berbeda, karena dalam hubungan symbol, atau karena hubungan fungsi. Misalnya: obyek cangkir/gelas akan tampak serasi jika disamping obyek teko ketika digambar dibanding digambar dengan bentuk ember. 

3. Prinsip Irama (Rhythm)

  • Prinsip irama merupakan pengaturan unsur rupa secara berulang & berkelanjutan, sehingga tercipta kesatuan arah & gerak yang membangkitkan keterpaduan. 
  • Perulangan yang teratur dapat mengenai jarak bagian-bagian, raut, warna, ukuran, dan jarak yang ditata. 
  • Bersifat memperkuat kesatuan & keseutuhan. 
  • Agar sebuah irama tidak berkesan monoton (kesenadaan) dan manjemukan diperlukan adanya peragaman visual (variasi) dan kontras (membuat perbedaan yang nyata). 
  • Irama dapat diproleh dengan 3 cara, yakni:
    • Repetitive: irama repetitive atau irama yang diperoleh secara berulang, mmenghasilkan irama total yang sangat tertib, monoton dan menjemukan, akibat dari penataan unsur yang sama baik bentuk,ukuran dan warnanya. 
    • Alternativ: merupakan bentuk irama yang tercipta dengan cara perulangan unsur-unsur seni rupa secara bergantian. Misalnya pengaturan silih berganti unsur raut persegi dengan garis. Bentuk irama ini lebih menariak bila dibandingkan dengan irama repetitive yang sering tampak membosankan.
    • Progresif: merupakan perulangan dalam perubahan dan perkembangan secara berangsur-angsur atau bertingkat. Bentuk irama ini tampak bergerak, terdapat dinamika karena perkembangan unsur-unsurnya tidak selamanya tetap.
    • Flowing: yakni irama yang mengalun, suatu bentuk irama yang terjadi karena pengaturan garis garis yang berombak, berkelok dan mengalir berkesinambungan. Misalnya: pengaturan terasering pada sawah, punggung bukit dan sebagainya. 

4. Prinsip Dominasi

  • Prinsip dominasi adalah pengaturan peran atau penojolan bagian atas bagian yang lain, sehingga tercipta pusat perhatian (center of interest) dengan tekanan (emphasis). 
  • Cara memperoleh dominasi adalah dengan melalui:
    • Pengelompokan bagian 
    • Pengatuaran arah 
    • Kontras/perbedaan
    •  perkecualian 
    • Perbedaan ukuran, raut, corak dan warna menciptakan tekanan/pusat perhatian. 

5. Prinsip Keseimbangan

  • Keseimbangan merupakan prinsip desain yang berkaitan dengan pengaturan bobot akibat gaya berat dan letak kedudukan bagian-bagian, sehingga susunan dalam keadaan seimbang. 
  • Tidak adanya keseimbangan membuat perasaan tidak tenang dan mengganggu keseutuhan komposisi. 
  • Keseimbangan dalam komposisi 2 dimensi ditentukan oleh Pengaturan bobot visual. 
  • Pengaturan bobot visual ditentukan oleh letak/kedukukan, ukuran, kualitas warna, bentuk serta jumlah bagian dalam suatu komposisi. 
  • Semakin jauh letak bagian kearah pinggir bidang gambar atau semakin besar suatu bagian, semakin berat bagian tersebut. Demikian pula, raut yang kedudukannya pada bagian atas akan tampak ringan melayang dibanding raut yang sama apabila diletakan dibawah. 
  • Bidang warna gelap tampak lebih berat dibanding warna yang lebih terang, walaupun ukuran bidangnya sama. 
  • Beberapa bentuk keseimbangan melalui pengaturan letak dan kedudukan bagian-bagian bentuk dapat dibedakan menjadi 2 macam, antara lain: 

1.      Keseimbangan setangkup (symmetrical balance) Disebut pula dengan keseimbangan formal, diperoleh bila bagian belahan kiri dan kanan suatu susunan terdapat kesamaan/kemiripan bentuk, ukuran, dan jarak penempatannya. 

2.      Keseimbangan senjang (asymmetrical balance) Disebut juga keseimbangan informal, memiliki bagian yang tidak sama antara belahan kiri dan kanan, akantetapi dalam keadaan tidak berat sebelah. 

3.      Keseimbangan memancar : Merupakan bentuk keseimbangan yang dipereoleh melalui penempatan bagian-bagian susunan diseputar pusat sumbu gaya berat. Pada keseimbangan ini unsur-unsur ditempatkan mengelilingi suatu daerah yang berada ditengah bidang gambar.

        6. Prinsip Kesebandingan

  • Kesebandingan/proporsi, adalah hubungan bagian-bagian atau bagian terhadap keseluruhan.
  • Pengaturan hubungan bertalian dengan ukuran (besar-kecilnya, luas-sempitnya, panjang-pendeknya) Juga ukuran obyek utama dengan bagian yang mengelilnginya. 
  • Tujuan kesebandingan, adalah tercapainya kesesuaian dan keseimbangan sehingga diperolah kesatuan yang memuaskan.

 

Senin, 06 Februari 2023

MEMBUAT POSTER DIGITAL MELALUI MEDIA SMARTPHONE

Perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini membuat berbagai aktivitas terutama pekerjaan bisa dilakukan semakin mudah dan cepat. Salah satunya bidang desain yang bisa dilakukan secara digital melalui perangkat smartphone, tablet, dan laptop. Selain menghemat waktu, hal ini juga memungkinkan kamu menghemat biaya.

Bahkan membuat desain untuk kebutuhan poster sekalipun bisa dilakukan secara mudah melalui smartphone saja. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan aplikasi membuat poster yang bisa diakses melalui Android. Berikut ini ada sejumlah rekomendasi aplikasi membuat poster terbaik di Android secara mudah dan cepat.

1. CANVA

Aplikasi membuat poster melalui Android yang pertama sudah pasti Canva. Di mana, Canva sendiri merupakan aplikasi desain grafis dengan fitur maupun tools yang cukup lengkap. Aplikasi membuat poster ini menghadirkan sebanyak ratusan hingga ribuan template yang bisa digunakan secara gratis dan juga berbayar.

Canva sendiri menjadi pilihan bagi mereka yang aktif membuat quotes atau konten untuk kebutuhan online shop dengan tujuan diunggah melalui media sosial, salah satunya Instagram. Dengan begitu, tampilan feed Instagram bisa lebih rapi. Selain membuat poster, Canva juga bisa digunakan dalam mendesain logo, kartu ucapan selamat, dan pembuatan label.

 

2. PICSART

Selanjutnya ada aplikasi membuat poster bernama PicsArt sebagai aplikasi sejuta umat untuk diunduh melalui Android. Aplikasi membuat poster ini sendiri sudah mencapai 500 juta pengguna dengan fitur yang cukup lengkap untuk mendukung kebutuhan desain. Selain itu, Picsart juga dapat mendesain foto sehingga tampak lebih memukau.

Walaupun tampilan depan dari aplikasi ini tampak membingungkan, namun hal tersebut seolah terbayarkan dengan banyaknya fitur-fitur canggih. Untuk hasil yang memuaskan, ada baiknya untuk mempelajari aplikasi ini terlebih dahulu.


 

3. PICSAY PRO

Kemudian ada Picsay Pro sebagai aplikasi membuat poster berikutnya. Di mana, aplikasi ini tersedia versi gratisnya, namun untuk menikmati fitur lengkapnya, pengguna bisa berlangganan sehingga memiliki akun versi pro. Selain itu, Picsay Pro juga sangat ramah bagi pengguna pemula atau baru menggunakan aplikasi desain. Ditambah Picsay Pro sangat ringan dan ramah untuk ruang penyimpanan di smartphone Android.


 

4. PIXEL LAB

Lanjut ke PixelLab yang menjadi aplikasi membuat poster berikutnya untuk dipilih dalam mendukung aktivitas mendesain. Di mana, PixelLab memiliki tampilan cukup sederhana dan mudah digunakan sehingga banyak pemula yang menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan mendesain. Selain itu, banyak juga pengguna yang pro dalam hal mendesain menggunakan aplikasi ini.

Hal ini karena sejumlah fitur yang ditawarkan aplikasi ini cukup lengkap dan sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas desain. Selain itu, aplikasi ini bisa digunakan secara online maupun offline sehingga tidak perlu khawatir ketika tidak ada akses internet.


 

5. POSTER MAKER

Rekomendasi aplikasi membuat poster yang lain adalah Poster Maker Flayer Maker 2020 free Graphic Design. Di mana, aplikasi ini garapan Splendid App Maker yang sudah diunduh lebih dari lima juta pengguna. Dengan begitu, aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk pemula dalam proses belajar desain.

Selain itu, aplikasi membuat poster ini menghadirkan banyak template yang bisa diakses secara gratis maupun berbayar. Untuk penggunaannya sendiri cukup dengan memilih template yang tersedia, lalu ganti dengan tulisan sesuai keinginan.

6. Adobe Express: Graphic Design

Siapa yang tidak kenal Adobe? Setelah menjadi software desain nomor satu di komputer, Adobe pun sudah merambah ke smartphone. Dia tidak mau kalah dengan para developer aplikasi editing foto/video.

Aplikasi yang dulunya masih menggunakan nama Adobe Spark Post sekarang sudah mengganti namanya menjadi Adobe Express. Adobe Express merupakan merupakan aplikasi desain yang memudahkanmu membuat desain banner, poster, undangan, dll. Kamu bisa memilih dari berbagai template desain, mengatur tulisan, memilih warna, dll.

Kurang lebih sama dengan Canva, namun di Adobe ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Canva, yaitu merupakan taste para designer ternama atau yang berpengalaman di area kerja miliki Adobe.

Mungkin Canva memang banyak memiliki template design, namun Adobe Express dia memiliki keunggulan pada taste desain yang mereka tawarkan yang menurut saya memiliki vibes yang berbeda banget dengan produk atau template yang sudah disediakan sama Canva.

7. Desygner: Desain Grafis & Foto

 Aplikasi android untuk membuat poster ketiga ini memiliki banyak fitur. Selain membuat desain poster dan banner, kamu juga bisa membuat: Kartu nama, cover ebook, menu, dll.

Desygner juga menyediakan kelengkapan desain seperti font, foto, dan elemen lain. Lalu seperti Canva, kamu bisa menggunakan perangkat lunak untuk mendesain ini di berbagai perangkat.

Sama dengan Canva dan Adobe Express, Desygner juga menyediakan beragam template untuk membuat sebuah poster melalui smartphone di Android.

Penggunaan aplikasi Desygner juga bisa dibilang cukup mudah untuk dilakukan bahkan bagi para content creator awam kurang tahu atau memiliki skill desain grafis.

8. POSTEROID

Aplikasi untuk membuat poster di Android keempat yang ingin saya rekomendasikan ke kamu adalah aplikasi Posteroid. Aplikasi ini bisa saya bilang adalah aplikasi pembuat desain grafis paling sederhana dan sangat mudah banget dipahami orang awam.

Tidak perlu memiliki skill desain grafis yang tinggi, kamu juga sudah bisa membuat poster atau pamflet dan sebagainya dengan baik dan juga keren.

Berbeda dengan ketiga aplikasi yang sudah saya rekomendasikan ke kamu, aplikasi ini memang terkesan sederhana karna memiliki fitur seadanya saja, berbeda dengan aplikasi edit foto/gambar di atas.

Pembuatan poster di aplikasi Posteroid ini lebih cocok jika dipublikasi untuk kebutuhan content di sosial media saja, karena menurut saya cocok banget taste desainnya sesuai dengan kebutuhan para content creator yang tidak mau ribet-ribet lagi saat mendesain poster.

 

 Sumber :

  • https://eraspace.com/artikel/post/5-rekomendasi-aplikasi-membuat-poster-terbaik-untuk-android 
  • https://urbandigital.id/aplikasi-android-untuk-membuat-poster/

 

 

SENI POSTER

A. KONSEP

Poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster atau plakat juga adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan cara ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dan dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin, poster juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk, jasa, kegiatan, seputar pendidikan dan lain-lain.

Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut. Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily
Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut. Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily

Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut:

  • Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. 

  • Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

  • Diungkapkan oleh Hasnun (2005) bahwa poster merupakan gambar atau tulisan di atas kertas atau kain yang dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan. Isi dan tujuan poster beragam. Ada poster yang berisi imbauan kepada masyarakat tentang suatu kegiatan. Ada juga poster yang berisi larangan untuk menghindari perbuatan tertentu. 

  • Rohani (1997) menjelaskan, poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagasan pokok, fakta, atau peristiwa tertentu.

Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut. Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily
Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut. Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily
Pengertian Poster Menurut Para Ahli Adapun pengertian poster menurut para ahli dijelaskan sebagai berikut. Sudjana dan Rivai (2002) menjelaskan bahwa poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Menurut Ekokasih (2017), poster adalah tulisan atau plakat yang dipasang di tempat-tempat umum, berupa pengumuman yang berisi pesan atau imbauan untuk masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily

B. Ciri-Ciri Poster

  • Desain grafis dari poster harus memuat komposisi yang terdiri atas huruf dan gambar di atas media kertas atau kain yang berukuran besar.

  • Poster pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.

  • Poster lazimnya mempergunakan bahasa yang singkat, jelas, tidak rancu agar mudah dipahami.

  • Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar.

  • Poster dapat dibaca secara sambil lalu.


C. Prinsip menggambar poster

  • Keseimbangan, yaitu prinsip dalam komposisi yang menghindari kesan berat sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur rupa (keseimbangan tata letak). Ada dua jenis keseimbangan, yaitu simetris dan asimetris.

  • Alur baca diatur secara sistematis. Alur baca yang diatur secara sistematis bertujuan untuk mengarahkan mata membaca dalam menelusuri informasi dari satu bagian ke bagian lain pada poster.

  • Penekanan bisa dicapai dengan membuat judul atau ilustrasi yang lebih menonjol dari elemen desain lain berdasarkan urutan prioritas. Penekanan bisa dicapai dengan perbandingan ukuran, latar belakang yang kontras dengan tulisan atau gambar, perbedaan warna yang mencolok, memanfaatkan garis untuk pemisahan informasi.

  • Memiliki unsur gambar dan kata-kata yang dibuat pada kertas berukuran besar supaya lebih mudah dibaca banyak orang sehingga memberikan sentuhan akhir atau kesan.

  • Mengandung unsur warna yang mencolok dan menarik.

  • Dipasang di tempat-tempat yang strategis supaya dapat diketahui banyak orang.

D. Kaidah Konsep Membuat Poster

1. Menentukan Topik serta Tujuan

Konsep membuat poster yang pertama harus anda ketahui adalah topik dan tujuan. Topik harus memiliki kesatuan atau hubungan dengan tujuan dibuatnya poster tersebut agar pesan yang disampaikan tidak rancu dan mudah dipahami. Perlu membuat draft supaya desainnya terlihat bagus dan menarik.

Berdasarkan topik dan tujuan tersebut Anda dapat menyusun dan memikirkan visual serta susunan kata yang akan digunakan dalam membuat poster tersebut agar terlihat sinkron atau saling berhubungan satu sama lain.

 

 

2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat

Salah satu kaidah konsep membuat poster adalah karena kalimatnya yang singkat dan tidak terlalu penuh serta memfokuskan pada pesan untuk disampaikan. Dengan ini poster akan mudah diingat untuk waktu cukup lama.

Kembali kepada fungsi poster itu sendiri, maka setiap kata yang ditulis harus mudah dipahami serta berkesan bagi pembacanya, karena dengan itu mereka akan mengingat secara cepat dan dapat terus menempel di pikirannya.

 

3. Menggunakan Gambar

Menarik pembaca agar tertarik untuk melihat poster Anda dengan cara menambahkan berbagai aspek seperti gambar, selain itu sebuah ilustrasi akan memberikan kesan hidup dan lebih bermakna untuk sebuah desain.

Untuk mencapai tujuannya diperlukan kaidah konsep membuat poster yang satu ini, yaitu menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik. Sehingga desain tersebut akan mengundang perhatian banyak orang dalam membaca serta melihatnya.

 

 

4. Menggunakan Media yang Tepat

Mensurvey media yang akan digunakan poster membantu Anda dalam menentukan seberapa besar ukuran desainnya. Dengan ini tidak akan terjadi kesalahan atau revisi terjadi, menghemat waktu bekerja Anda dan tidak membuang-buang waktu tentunya.

Konsep membuat poster ini lebih mendorong menggunakan alat bantu teknologi yang sudah banyak tersebar dimana saja dan bisa diakses kapan saja. Selain karena praktis dalam penggunaannya, itu juga memiliki dapat mempermudah Anda merancang dimanapun.

 

5. To the point

Orang tidak akan suka dengan poster yang terlalu penuh atau bertele-tele dalam menyampaikan pesannya. Karena selain sulit untuk dipahami, hal tersebut juga membuat mereka merasa bingung dengan apa yang dimaksudkan.

Maka dari itu, penting untuk Anda dengan benar menyusun apa saja yang akan diletakkan pada poster, guna memberikan kesan simple namun berkualitas dengan memperhatikan unsur-unsur yang telah disebutkan sebelumnya.





 

Sumber :

  1. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Pengertian Poster, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Prinsip, dan Jenisnya" , https://katadata.co.id/iftitah/berita/628c4724f263f/pengertian-poster-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-prinsip-dan-jenisnya Penulis: Iftitah Nurul Laily Editor: Iftitah Nurul Laily 

  2. Nikita Rosa

    Baca artikel detikedu, "Mengenal Poster: Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri, dan Cara Membuatnya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6518632/mengenal-poster-pengertian-tujuan-ciri-ciri-dan-cara-membuatnya.

    Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

    Nikita Rosa https://apps.detik.com/detik/https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6518632/mengenal-poster-pengertian-tujuan-ciri-ciri-dan-cara-membuatnya

Berdasarkan tipenya tujuan poster antara lain: Mengajak Mengimbau Mengingatkan Melarang Mengkampanyekan Propaganda Memotivasi Mengajar Menginspirasi

Baca selengkapnya di artikel "Konsep Membuat Poster, Tujuan hingga Pesan yang Ingin Disampaikan", https://tirto.id/gnm
adalah karya seni berupa tulisan atau gambar yang mengandung informasi. Berdasarkan tujuannya dalam menyebarkan informasi, poster dibuat dengan semenarik mungkin untuk menarik perhatian setiap orang yang membaca. Sehingga, diperlukan desain yang bewarna-warni. Menurut Purnomo (2019) dalam buku Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTS Isi dan pesan poster bergantung pada tujuan poster. Isi pesan menggambarkan apa dan bagaimana tujuan tersebut dinyatakan dalam bentuk gambar dan tulisan. Pembuatan poster sebaiknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan yang kuat dan jelas. Adanya gambar pada poster selain menarik perhatian juga membantu memberikan makna pada tulisan.

Baca selengkapnya di artikel "Konsep Membuat Poster, Tujuan hingga Pesan yang Ingin Disampaikan", https://tirto.id/gnm1
adalah karya seni berupa tulisan atau gambar yang mengandung informasi. Berdasarkan tujuannya dalam menyebarkan informasi, poster dibuat dengan semenarik mungkin untuk menarik perhatian setiap orang yang membaca. Sehingga, diperlukan desain yang bewarna-warni. Menurut Purnomo (2019) dalam buku Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTS Isi dan pesan poster bergantung pada tujuan poster. Isi pesan menggambarkan apa dan bagaimana tujuan tersebut dinyatakan dalam bentuk gambar dan tulisan. Pembuatan poster sebaiknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan yang kuat dan jelas. Adanya gambar pada poster selain menarik perhatian juga membantu memberikan makna pada tulisan.

Baca selengkapnya di artikel "Konsep Membuat Poster, Tujuan hingga Pesan yang Ingin Disampaikan", https://tirto.id/gnm1


Baca selengkapnya di artikel "Konsep Membuat Poster, Tujuan hingga Pesan yang Ingin Disampaikan", https://tirto.id/g

Kamis, 19 Januari 2023

REBRANDING LOGO : MENDESAIN ULANG LOGO

Logo sebuah merek/instansi tidak harus sama sepanjang waktu tanpa mengalami perubahan desain sama sekali. Mendesain ulang logo berubah dari waktu ke waktu bisa dilakukan untuk merubah representasi sebuah brand.

Rebranding adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengubah citranya, entah itu dari segi logo, nama, simbol, atau bahkan semua aspek tersebut. Tujuannya untuk membuat konsumen semakin tertarik terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan di atas, rebranding dilakukan untuk tetap bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif dari waktu ke waktu.

Untuk merubah desain logo sebuah brand perlu memperhatikan hal-hal dibawah ini antara lain:

1. Menyesuaikan dengan perkembangan zaman

Bagi perusahaan lama, desain yang dibuat pada puluhan tahun yang lalu, tentu akan terlihat kuno atau ketinggalan zaman pada saat ini. Untuk itu,  perlu membuat logo baru yang lebih modern.

Dengan tampilan yang baru, logo tak lagi terlihat usang. Ini adalah langkah sederhana untuk rebranding dan memberikan kesegaran pada merek perusahaan demi mengubah persepsi konsumen.

Contohnya, pada tahun 2013, Yahoo melakukan perubahan desain logo untuk pertama kali setelah 18 tahun berdiri. Tujuannya untuk merefleksikan Yahoo yang lebih modern di era internet yang semakin maju. 


 

2. Perubahan visi misi sebuah perusahaan/brand

Ketika bisnis  bertumbuh, biasanya akan ada nilai-nilai yang berubah. Sehingga visi dan misi perusahaan di awal berdiri mungkin sudah berbeda dengan yang sekarang ini.

Perubahan visi dan misi bisa terjadi karena berbagai faktor. Entah itu karena pergantian kepemimpinan atau dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan perusahaan saat ini.

Jika visi dan misi telah berubah, sudah sepatutnya Anda mengubah logo yang dapat menggambarkan perubahan tersebut. Ini penting dilakukan untuk membentuk citra perusahaan yang baru.


 

3. Perkembangan perusahaan/brand

Apakah perusahaan Anda sudah mengalami perkembangan yang bisa dibilang drastis? Perusahaan Anda sudah jauh berkembang dibandingkan pada awal Anda memulainya.

Misalnya, dulu Anda hanya menawarkan satu jenis produk. Tapi sekarang, Anda sudah memiliki beragam produk dan membuka beberapa kantor cabang.

Jika bisnis Anda telah berkembang dan berubah, Anda boleh mempertimbangkan untuk melakukan desain ulang logo perusahaan. 


 

 4. Perusahaan/brand melakukan merger

Jika perusahaan Anda melakukan merger atau penggabungan dua perusahaan menjadi satu, identitas perusahaan perlu diubah agar selaras dengan penggabungan tersebut.

Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan rebranding untuk memberikan pembaharuan di benak konsumen, investor, dan juga kompetitor. Salah satu proses rebranding bisa dengan mengganti logo.

Dengan logo terbaru, perusahaan dapat memposisikan diri dengan citra yang baru yang melambangkan sinergi dua perusahaan yang dimerger. Ini juga bisa sebagai bentuk awal yang baru untuk perusahaan Anda.


 

5. Ingin menjangkau pasar baru

Jika perusahaan Anda melakukan merger atau penggabungan dua perusahaan menjadi satu, identitas perusahaan perlu diubah agar selaras dengan penggabungan tersebut.

Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan rebranding untuk memberikan pembaharuan di benak konsumen, investor, dan juga kompetitor. Salah satu proses rebranding bisa dengan mengganti logo.

Dengan logo terbaru, perusahaan dapat memposisikan diri dengan citra yang baru yang melambangkan sinergi dua perusahaan yang dimerger. Ini juga bisa sebagai bentuk awal yang baru untuk perusahaan Anda.


 

6. Logo mirip dengan perusahaan/brand lain

Logo adalah simbol pengenal perusahaan. Jika logo perusahaan Anda mirip dengan logo perusahaan lain, ini bisa membingungkan masyarakat yang melihatnya.

Jika itu terjadi, Anda sebaiknya mendesain ulang logonya. Sebab Anda pasti tidak mau dikait-kaitkan dengan perusahaan lain hanya karena kemiripan logo.

Lalu, saat mengubah logo, pastikan desainnya unik agar tidak lagi mirip dengan logo mana pun. Sebab keunikan logo akan memudahkan orang mengenalnya, hanya dengan sekali melihat.

sumber: 
1. https://entrepreneurcamp.id/desain-ulang-logo/
2. https://glints.com/id/lowongan/rebranding/


Selasa, 10 Januari 2023

DESAIN LOGO

A. KONSEP LOGO

  • Logo adalah identitas visual terhadap suatu entitas yang mempunyai kriteria khusus seperti bentuk, filosoi dan warna.  
  • Sama halnya dengan tipograi kita dapat menemukan banyak logo disekitar kita. Logo diperlukan untuk menyampaikan identitas visual yang memiliki makna spesiik yang tertuang dalam kombinasi huruf, gambar, warna, dan pola. 
  • Logo dapat juga digunakan untuk menampilkan identitas personal kita. 
  • Pada dasarnya, kata logo itu sendiri diserap dari bahasa Yunani kuno, yakni Logos yang mempunyai arti pikiran, budi, kata, akal, serta pembicaraan.
  • Kata logo juga sebenarnya diambil dari kata logotype yang mulanya digunakan pada tahun 1810 sampai tahun 1840, dan memiliki arti sebuah tulisan nama entitas yang dibentuk secara khusus dengan memanfaatkan suatu teknik lettering atau menggunakan jenis huruf tertentu yang menarik.  
  • Jadi, pada mulanya logotype ini dibuat dengan hanya memanfaatkan suatu elemen tulisan saja. Pada proses perkembangannya, logo dibuat dengan semakin kreatif lagi yang menggabungkan beberapa elemen, seperti gambar, sketsa, dll.
  • Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian logo adalah sebuah tulisan, sketsa, atau gambar yang mempunyai makna tertentu dan bisa mewakili identitas atas suatu bentuk entitas, seperti lembaga, organisasi, perusahaan, daerah, negara, atau produk.
  • Biasanya, suatu logo mengandung filosofi tertentu dan kerangka dasar berbentuk konsep yang bertujuan guna menciptakan sifat mandiri. Selain itu, setiap bentuk logo juga wajib mempunyai suatu ciri khas tertentu untuk membedakan logo yang satu dengan logo yang lainnya, baik itu dari segi bentuk maupun warnanya.
  • Suatu logo yang digunakan akan menggambarkan kualitas seperti yang disimbolkan, seperti adanya pendekatan budaya perusahaan, penempatan posisi penting, atau aspirasi dari perusahaan itu sendiri. 
  • Kesimpulannya, pengertian logo adalah suatu instrumen yang menggambarkan harga diri dimana seluruh nilainya bisa mewujudkan citra yang baik dan mampu dipercaya. Suatu logo akan membuat masyarakat mengingat dan mengenal suatu bentuk entitas tanpa membaca deskripsi penjelasan entitas tersebut.

B. JENIS-JENIS LOGO 

  1. Letter Mark : Pengertian logo letter mark atau logo monogram adalah suatu jenis logo yang menggambarkan nama atas suatu perusahaan atau brand dengan memanfaatkan inisial nama brand nya. Biasanya, logo jenis ini hanya memanfaatkan dua hingga empat huruf saja sesuai dengan brand tersebut, sehingga bisa lebih mudah diingat oleh masyarakat. Beberapa contohnya adalah logo CNN, HP, HBO, IBM, NASA, dll. 

  2. Wordmark : Pengertian logo wordmark hampir menyerupai jenis logo letter mark, yaitu dengan hanya menggunakan huruf saja untuk melambangkan suatu perusahaan. Bedanya, word mark akan menggunakan seluruh nama brand atau perusahaan tanpa disingkat. Jenis logo ini biasanya digunakan jika nama perusahaan atau nama produknya tidak terlalu panjang, sederhana, serta unik. Beberapa contohnya adalah logo Facebook, Disney, Coca-Cola, dll.


  3. Pictorial Mark : Pengertian Logo pictorial mark atau simbol adalah suatu logo yang memanfaatkan ikon yang dihiasi dengan grafis tertentu untuk menggambarkan suatu brand. Bentuk logo atau ikon tersebut akan terus melekat dan harus mampu mewakili identitas produk atau brand. Beberapa contohnya adalah logo Apple, Nike, Twitter, dll. 


  4. Logo Abstrak : Pengertian logo abstrak sebenarnya hampir sama dengan pictorial mark, karena masih memanfaatkan suatu grafis tertentu. Bedanya, jenis logo ini mempunyai suatu bentuk geometris yang acak. Jenis logo ini juga biasanya sangat efektif karena mampu mewakili suatu bisnis secara menyeluruh dalam satu gambar. Beberapa contohnya adalah logo Pepsi, Adidas, BP, dll.



  5. Logo Maskot : Pengertian logo maskot adalah suatu jenis logo yang didesain dengan suatu karakter demi menggambarkan suatu brand atau perusahaan. Pada umumnya, jenis logo ini memiliki kandungan unsur warna yang cerah dan ceria yang dinilai sebagai maskot brand atau perusahaan. Logo jenis ini dibuat demi menghadirkan daya tarik tertentu untuk anak-anak dan keluarga, contohnya adalah logo KFC dengan maskot Kolonel Sanders, Kool-Aid dengan maskot Kool-Aid man, Alfamart dengan maskot Albi si lebah, dll.


  6. Logo Kombinasi : Pengertian logo kombinasi adalah suatu jenis logo yang mengkombinasikan jenis logo letter mark atau word mark dengan abstrak, maskot, atau simbol. Teks yang terdapat dalam logo ini biasanya akan digabungkan juga dengan baik sehingga mampu menghadirkan suatu logo yang terkesan menarik. Beberapa contohnya adalah logo Burger King, Lacoste, Doritos, dll.

  7. Logo Lambang : Logo lambang adalah suatu jenis logo yang di dalamnya terdapat huruf dan ditempatkan dalam suatu ikon atau simbol, lencana, segel serta menjadi inti dari adanya lambang tersebut. Biasnya, logo ini sering digunakan oleh suatu institusi tertentu seperti sekolah, komunitas, organisasi, industri otomotif, atau lembaga pemerintah. Beberapa contohnya adalah logo BMW, Harley Davidson, Starbucks, dll.


C. FUNGSI LOGO 

  1. Branding  : Logo adalah bentuk identitas atas suatu entitas kepada masyarakat umum. Untuk itu, suatu logo harus menggambarkan karakteristik suatu organisasi atau produk yang diwakilinya. Jadi, nantinya masyarakat akan mengingat dan mengenal suatu logo yang mewakili entitas tersebut. 
  2. Memberikan Informasi, Pengawasan, dan Kontrol : Sebuah logo memiliki kandungan informasi yang hendak disampaikan ke masyarakat. Informasi tersebut dibuat untuk bisa mengendalikan pandangan atau kegiatan masyarakat atas suatu brand. Sederhananya, logo akan menyampaikan informasi penting dan kesan yang diinginkan perusahaan dari masyarakat. Sehingga, logo juga berfungsi sebagai suatu pengawas dan pengontrol nilai perusahaan di mata masyarakat. 
  3. Memberikan Motivasi : Suatu logo juga digunakan untuk menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh pihak yang sesuai dengan tujuan brand tersebut. Contohnya, suatu desain produk pada sabun mandi akan mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga pola hidup bersih dan sehat. 
  4. Mengutarakan Emosi : Suatu logo juga bisa dijadikan sebagai sarana dalam mengutarakan emosi. Contohnya, suatu logo yang terdapat pada produk ibu hamil dan menyusui akan menggambarkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya. 
  5. Untuk Presentasi dan Promosi : Logo juga sangat efektif untuk dijadikan sebagai sarana promosi dan presentasi. Seluruh informasi atau pesan yang yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada publik akan lebih menarik dan lebih mudah diingat dengan memanfaatkan gambar dan kata-kata yang persuasif pada suatu logo.

D. KRETERIA LOGO YANG EFEKTIF

  1. Sederhana : Seperti yang sebelumnya sudah kita bahas, bahwa logo diciptakan untuk memberikan informasi penting kepada masyarakat. Untuk itu, disarankan untuk membuat logo yang sederhana agar lebih mudah dikenali dan juga diingat oleh masyarakat. 
  2. Unik : Sederhana saja tidaklah cukup, logo juga harus mempunyai ciri khas yang unik dan berbeda dengan logo lainnya, terutama logo yang dimiliki oleh kompetitor. Jika suatu organisasi mempunyai logo yang serupa dengan organisasi lain yang sudah hadir lebih dulu, maka tentu saja akan terlihat aneh dan akan dinilai tidak profesional atau tidak mempunyai inovasi. 
  3. Mudah Diingat : Logo yang mampu memenuhi kriteria sederhana dan unik tentu saja akan lebih mudah teringat di masyarakat. Hal ini akan membantu proses pemasaran serta meningkatkan penjualan secara tidak langsung. 
  4. Serba Guna : Suatu logo yang harus bisa diterapkan ke berbagai media visual, seperti faktur, stempel, akrilik, dll. Artinya, suatu logo harus bisa serba guna dan harus bisa ditempatkan pada berbagai kondisi tanpa harus kehilangan bentuk aslinya. 
  5. Sesuai : Suatu logo juga harus mampu menggambarkan apa yang mampu ditawarkan oleh suatu entitas serta nilai dari entitas tersebut di mata masyarakat, contohnya brand Asus tidak menggunakan gambar laptop pada logonya, tapi masyarakat bisa tahu bahwa brand tersebut adalah salah satu brand laptop terbaik. 
  6. Tahan Lama : Logo yang mampu tahan lama adalah logo yang bisa tetap sesuai dengan suatu brand dari waktu ke waktu. Contohnya adalah logo KFC yang tidak berubah sejak didirikan hingga saat ini. perubahan logo memang memungkinkan, tapi hal tersebut akan memakan biaya dan waktu yang lebih banyak. Selain itu, adanya perubahan logo juga akan membuat masyarakat bingung dan berpotensi kehilangan pelanggan.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian logo adalah suatu tanda, lambang, atau simbol yang mempunyai arti tertentu dan digunakan sebagai identitas untuk suatu entitas, seperti organisasi, perusahaan, produk, atau lembaga tertentu.

Suatu logo mampu menggambarkan citra atas suatu entitas sehingga akan mudah dikenal oleh masyarakat. Logo juga memiliki peranan yang penting dalam hal kegiatan pemasaran dan promosi, terlebih lagi jika logo tersebut mempunyai desain yang unik dan positif.



 

 

Sumber : November 11th, 2020 https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-logo/